Kisah Haru Kakek Pencari Kayu, Nabung 20 Tahun Naik Haji
Kisah Haru Kakek Pencari Kayu Bakar – Bukri, seorang lansia dari Desa Wanayasa, Banjarnegara, Jawa Tengah, akhirnya mewujudkan impian berharga setelah menabung selama dua dekade. Sebagai pencari kayu bakar, ia mengumpulkan uang dari hasil usaha sederhana untuk mendaftar sebagai jamaah haji. Kisah penuh semangat ini menginspirasi banyak orang, menunjukkan bagaimana usaha konsisten dapat mengubah kehidupan seseorang, bahkan di tengah kesulitan.
Pekerjaan Sederhana, Hasil Besar
Bukri telah menghabiskan sebagian besar hidupnya mengumpulkan kayu bakar di hutan sekitar rumah. Setiap hari, ia berjalan kaki ke area hutan yang cukup jauh, mengangkat batang pohon dengan tenaga sendiri. Meski pekerjaannya terlihat berat, ia tetap tekun. Dari hasil penjualan kayu, ia menyisihkan sebagian kecil setiap hari, sekitar Rp20.000, untuk menabung. Proses ini berlangsung terus-menerus hingga akhirnya menghasilkan dana yang cukup untuk mendaftar haji.
“Saya selalu berharap bisa beribadah ke Mekkah. Setiap hari, meski capek, saya tetap melangkah. Alhamdulillah, setelah 20 tahun, tujuan ini tercapai,” ujar Bukri, Jumat (15/5/2026).
Perjalanan Menuju Mukjizat
Bukri mengakui bahwa menabung 20 tahun penuh tidak mudah. Ia harus mengorbankan kebutuhan sehari-hari dan memprioritaskan tabungan. Jalan ke hutan sering kali dipertaruhkan dengan cuaca buruk atau hambatan fisik, tetapi ia tak pernah menyerah. Di sela-sela usahanya, ia juga mengurus keluarga dan berdoa setiap hari agar tujuan haji terwujud. Kini, ia sedang menunggu hari keberangkatan yang dinanti-nanti.
Proses persiapan Bukri mencakup beberapa tahap. Ia memastikan kondisi kesehatannya tetap baik, karena perjalanan ke Tanah Suci membutuhkan fisik dan mental yang kuat. Selain itu, ia juga mempersiapkan dokumen, seperti surat keterangan sehat dan pengajuan keberangkatan. Meski pekerjaan sederhana, keberhasilannya menggambarkan semangat pantang menyerah yang layak dicontoh.
Kisah Inspiratif untuk Generasi Muda
Kisah Bukri menyebar luas di Banjarnegara, menjadi sumber motivasi bagi banyak orang. Banyak warga memuji ketekunan dan ketahanan mentalnya, terutama di tengah kesulitan ekonomi. Bagi masyarakat, ia menjadi bukti bahwa bahkan dari usaha kecil, seseorang bisa meraih impian besar. Anak-anak dan remaja kini terinspirasi untuk tetap bertahan dan bermimpi meski dihadapkan pada tantangan.
Kakek yang penuh syukur ini juga berharap pengalaman hajjnya bisa menjadi pengingat bagi banyak orang. “Usaha yang konsisten, meski dari pekerjaan sederhana, bisa menghasilkan hal luar biasa. Ini adalah bukti bahwa Tuhan memberi jalan bagi siapa pun yang bersabar,” tutur Bukri. Ia menekankan bahwa keberhasilan tidak hanya bergantung pada uang, tetapi juga pada kepercayaan diri dan kesabaran.
Kisah Bukri tidak hanya tentang tabungan, tetapi juga tentang cinta kepada agama dan semangat menjalani hidup dengan penuh rasa syukur. Sebagai pencari kayu bakar, ia berjalan kaki ke hutan sejak pagi hari, mengumpulkan batang-batang kayu yang kemudian dijual. Setiap rupiah yang ia kumpulkan adalah bentuk usaha yang tak pernah berhenti. Kini, ia tinggal menghitung hari untuk mengejar impian yang sejak lama ia damba.
Pengalaman ini menjadi cerminan tentang bagaimana Tuhan menghargai usaha manusia. Bukri membuktikan bahwa jalan haji bisa terwujud, bahkan dari pekerjaan yang terlihat tidak mewah. Ia berharap kisahnya bisa menginspirasi lebih banyak warga Banjarnegara dan daerah lain untuk tidak menyerah dalam mengejar tujuan hidup, meski perjalanan terasa panjang. Kesabaran dan kepercayaan pada Tuhan, menurutnya, adalah kunci utama menuju kesuksesan.