News

PVMBG Larang Warga Mendekat Gunung Dukono Radius 4 Km – Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi

PVMBG Larang Warga Mendekat Gunung Dukono Radius 4 Km – Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi

PVMBG Larang Warga Mendekat Gunung Dukono – Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan peringatan untuk warga sekitar Gunung Dukono di Pulau Halmahera, Maluku Utara. Aktivitas vulkanik Gunung Dukono masih tinggi, sehingga PVMBG melarang penduduk untuk mendekat ke area dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi. Peringatan ini dikeluarkan untuk mencegah risiko cedera akibat abu vulkanik yang terus berpapar.

Status Gunung Dukono dan Peringatan PVMBG

Gunung Dukono tercatat berada dalam status Level II (Waspada) berdasarkan penilaian PVMBG. Hal ini mengindikasikan bahwa kawasan tersebut berpotensi mengalami erupsi dalam waktu dekat. Sebagai langkah antisipasi, masyarakat diimbau tetap menjaga jarak dari area berbahaya yang mencakup Kawah Malupang Warirang. PVMBG terus memantau kondisi Gunung Dukono secara rutin untuk memastikan data terkini dan menjaga keselamatan publik.

Detil Aktivitas Vulkanik Terbaru

Erupsi terkini Gunung Dukono terjadi pada 15 Mei 2026 pukul 08.00 WIT. Getaran seismik yang terukur memiliki amplitudo maksimum 30 mm dan berlangsung selama 90.23 detik. Kolom abu vulkanik yang muncul berwarna kelabu hingga hitam, dengan ketinggian sekitar 3.400 meter di atas puncak. Abu tersebut mengarah ke arah barat laut, yang berpotensi memengaruhi permukiman dan Kota Galela. PVMBG memperketat radius bahaya hingga 4 km sebagai upaya meminimalkan dampak erupsi.

“Erupsi terbaru pada 15 Mei 2026 pukul 08:00 WIT, terekam pada seismogram dengan amplitudo 30 mm dan durasi 90.23 detik. Kolom abu yang teramati mencapai ketinggian 3.400 meter, serta bergerak ke arah barat laut,” kata Plt Kepala Badan Geologi, Lana Saria dalam siaran pers.

Selain itu, Gunung Dukono sempat mengalami erupsi besar pada 8 Mei 2026, di mana kolom abu mencapai ketinggian hingga 10.000 meter. Peringatan radius 4 kilometer ini mulai berlaku sejak 11 Desember 2024 pukul 15:00 WIT. PVMBG mengingatkan bahwa tingkat aktivitas gunung berapi ini masih berpotensi meningkat, sehingga warga harus waspada terhadap risiko sesuai dengan instruksi pihak berwenang.

Konteks Sejarah dan Kebijakan PVMBG

Gunung Dukono telah dikenal sebagai salah satu gunung berapi yang sering mengalami aktivitas vulkanik sejak lama. Sebagai gunung yang berstatus aktif, Dukono sering memunculkan kolom abu dan guguran lava. Peringatan jaga jarak yang diberikan PVMBG merupakan bagian dari kebijakan mitigasi bencana yang berkelanjutan. Penetapan radius bahaya dilakukan berdasarkan data pengamatan, analisis risiko, serta dampak lingkungan sekitar.

Sebagai langkah tambahan, PVMBG juga mendorong masyarakat untuk mengikuti rekomendasi pengelolaan kawasan erupsi. Dengan menjaga jarak dari area aktivitas, risiko terkena abu vulkanik, gempa, atau letusan bisa diminimalkan. Selain itu, pengunjung dan pendaki disarankan untuk memperhatikan informasi terkini melalui jalur resmi seperti siaran pers atau media sosial PVMBG.

Langkah-Langkah untuk Meningkatkan Keselamatan

PVMBG terus memperkuat sistem pemantauan dan komunikasi kepada masyarakat. Evaluasi aktivitas Gunung Dukono dilakukan secara berkala atau sesuai kebutuhan jika terjadi perubahan signifikan. PVMBG juga bekerja sama dengan pemerintah daerah dan lembaga lain untuk memastikan respons cepat terhadap situasi darurat. Warga yang tinggal di daerah rawan erupsi harus selalu siap menghadapi peringatan darurat dan mematuhi instruksi yang dikeluarkan.

Kondisi Gunung Dukono menjadi sorotan karena tingkat risiko yang tetap tinggi meskipun tidak ada erupsi besar dalam beberapa bulan terakhir. PVMBG menekankan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap potensi bahaya vulkanik, termasuk dampak lingkungan seperti hujan abu yang bisa mengganggu kehidupan sehari-hari. Dengan meningkatkan kesadaran akan keamanan, warga dapat meminimalkan kerugian dan menjaga kehidupan selama aktivitas gunung berapi masih berlangsung.

Leave a Comment