News

1.700 Orang Terjebak di Kapal Pesiar yang Terpapar Virus Flu Perut – 1 Orang Meninggal Dunia

1.700 Orang Terjebak di Kapal Pesiar, 1 Meninggal Akibat Virus Flu Perut

1 700 Orang Terjebak di Kapal – Kapal pesiar Ambition, yang diperjalankan oleh Ambassador Cruise Line, menghadapi situasi kritis saat lebih dari 1.700 penumpang dan awak kapal diperintahkan tetap berada di atas kapal. Sebanyak 1.700 orang terjebak di kapal pesiar akibat wabah gastroenteritis, penyakit yang sering disebut ‘flu perut’, yang terjadi selama perjalanan wisata mereka. Kondisi ini memicu kekhawatiran serius, terutama karena satu penumpang laki-laki meninggal dunia di tengah krisis tersebut.

Penyebaran Virus dan Tantangan Kesehatan

Kapal ini berlayar dari Belfast pada 8 Mei 2026 untuk melakukan perjalanan wisata selama 14 hari, melintasi wilayah barat Prancis dan Spanyol. Namun, selama perjalanan, sejumlah besar penumpang dan kru mengalami gangguan pencernaan, dengan kasus-kasus mulai tercatat setelah kapal singgah di Liverpool pada hari Sabtu (9/5/2026). Penumpang tambahan yang naik di lokasi itu menyebabkan peningkatan jumlah penderita. Situasi ini memberi tekanan besar pada pihak operator kapal untuk mengambil tindakan segera.

Dalam pemeriksaan awal, otoritas kesehatan Prancis menemukan adanya virus yang menyebabkan flu perut. Penyakit ini, yang termasuk dalam kategori gastroenteritis, sangat mudah menyebar di lingkungan tertutup seperti kapal pesiar. Perusahaan menyatakan bahwa kesehatan dan keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas, meski perjalanan harus dihentikan sementara untuk menghindari risiko lebih lanjut.

Langkah Pencegahan dan Tanggapan dari Operator

Untuk mencegah penyebaran lebih luas, pihak kapal meningkatkan prosedur sanitasi secara ekstra. Ini mencakup pembersihan intensif, disinfeksi ruangan, serta pengaturan layanan makanan dengan pengawasan ketat. Pengingat untuk mencuci tangan juga diterapkan di seluruh area kapal. Selain itu, 1.700 orang terjebak di kapal pesiar juga diimbau untuk mematuhi protokol kesehatan hingga pemeriksaan lebih lanjut selesai.

Seorang penumpang berusia 92 tahun meninggal di atas kapal pada Jumat (8/5/2026). Meski tidak menunjukkan gejala infeksi saluran cerna, penyebab kematian tersebut masih dalam penyelidikan. Perusahaan mengklaim bahwa semua tindakan telah diambil untuk memastikan kesehatan para penumpang tetap terjaga. Mereka juga memberikan jaminan pengembalian dana penuh bagi tamu yang batal mengikuti tur darat.

Kapal akan bersandar di Bordeaux, Prancis, pada hari tertentu untuk inspeksi kesehatan. Petugas medis lokal memeriksa kondisi para penumpang dan meminta sampel untuk dianalisis di Rumah Sakit Universitas Bordeaux. Hasil laboratorium diperkirakan memakan waktu minimal enam jam sebelum keputusan apakah ada penularan lebih lanjut diambil.

Kapal pesiar yang terpapar virus flu perut ini membawa 1.187 penumpang, mayoritas dari Inggris, dan 514 awak kapal. Mereka terjebak di kapal selama lebih dari 14 hari, dengan beban fisik dan emosional yang berat. Pihak perusahaan juga memberikan dukungan psikologis melalui layanan konseling untuk mengurangi stres di tengah krisis.

Kasus gastroenteritis yang terjadi di kapal pesiar menyebabkan penutupan seluruh aktivitas di dalam kapal. Seluruh penumpang dan awak kapal diperintahkan untuk tinggal di kapal hingga semua pemeriksaan selesai. Kebijakan ini menimbulkan kebingungan di antara para penumpang, terutama karena pengaruh cuaca dan jadwal perjalanan yang berubah.

Leave a Comment