News

Kisah Mbah Mardi Jemaah Haji Tertua Usia 103 Tahun – Tak Pernah Merokok Seumur Hidupnya

Kisah Mbah Mardi, Jemaah Haji Tertua Usia 103 Tahun Tak Pernah Merokok

Kisah Mbah Mardi Jemaah Haji Tertua – Seorang jemaah haji lansia yang baru saja menunaikan rukun ibadah haji di Makkah, Mbah Mardi, mencuri perhatian karena usia yang mencapai 103 tahun. Meski berusia sangat tua, Mbah Mardi tetap bersemangat dalam menjalani prosesi keberangkatan dari Madinah ke Makkah, sekaligus menyiapkan diri untuk mengikuti hajj puncak di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Rombongan yang dipimpin kloter YIA 9 berangkat dari Hotel Makarem Haram View Suites Madinah pada Senin (11/5/2026) sore, sekitar pukul 16.30 Waktu Arab Saudi, dengan menggunakan kursi roda sebagai alat bantu bergerak.

Membawa Ikhlas dalam Setiap Langkah

Mbah Mardi, yang ditemani oleh tim petugas haji, menyatakan bahwa semangatnya dalam menunaikan haji berasal dari keiklasan dan ketulusan hati. Ia menjelaskan bahwa kehidupan sehari-harinya selalu diisi dengan kegiatan yang menyenangkan, seperti salat, doa, dan pengabdian kepada Allah. “Saya berharap bisa melaksanakan haji dengan tulus, meskipun usia sudah tua,” ujarnya, seperti dikutip dari pernyataan Kementerian Haji dan Umrah. Sebelum berangkat, ia juga sempat dirawat di rumah sakit Arab Saudi, namun kini kondisinya telah stabil dan siap untuk melanjutkan perjalanan.

Proses Keberangkatan yang Terencana

Dalam rangkaian proses keberangkatan, Mbah Mardi diberangkatkan lebih awal dari jemaah lainnya. Hal ini dilakukan agar ia tidak terlalu lama menunggu di dalam bus, sebab kesehatannya memerlukan perhatian khusus. Sejak salat Ashar, sekitar pukul 15.30 Waktu Arab Saudi, ia sudah berada di bus bersama jemaah lansia lainnya, sementara sebagian besar jemaah lain melaksanakan salat di Masjid Nabawi. Menurut Ramlan, yang mewakili Kementerian Haji, keputusan untuk mengirimkan Mbah Mardi lebih dulu terkait dengan kemudahan akses ke berbagai tempat ibadah dan minum air zam-zam di Madinah.

“Kalau semua jemaah sudah masuk bus, jumlahnya sudah dicek dan siap berangkat, maka lebih baik diberangkatkan lebih awal agar tidak terlalu lama menunggu di dalam bus,” ujar Ramlan, dikutip dari keterangan Kementerian Haji dan Umrah, Kamis (14/5/2026).

Mbah Mardi tidak hanya menyelesaikan haji tetapi juga melaksanakan umrah wajib sebagai bagian dari rangkaian perjalanan. Dalam perjalanan ini, ia menikmati suasana Madinah yang penuh kehangatan dan keberkahan. “Makanannya enak, saya suka,” katanya sambil tertawa ringan, menjelaskan bahwa ia selalu mencoba memperhatikan kesehatan dan kebutuhan diri sendiri. Selama di Madinah, ia telah menyelesaikan salat di Masjid Nabawi dan melakukan ziarah ke Raudhah serta makam Nabi Muhammad SAW.

Perjalanan yang Mencerminkan Dedikasi

Usia yang mencapai 103 tahun tidak menjadi penghalang bagi Mbah Mardi untuk melaksanakan semua tugas ibadah haji. Ia menjelaskan bahwa ia mempersiapkan diri sejak lama dengan menjaga pola hidup sehat, termasuk tidak pernah merokok seumur hidup. “Seumur hidup saya, merokok adalah hal yang tidak saya lakukan. Saya percaya bahwa kebiasaan ini bisa mengganggu kesehatan dan keadaan jiwa,” tambahnya. Keputusan ini sejalan dengan visi hidupnya yang mengutamakan kebaikan dan ketaatan kepada Tuhan.

Berikutnya, jemaah lansia ini akan melanjutkan perjalanan ke Makkah, di mana ia akan menjalani rangkaian ibadah haji yang lebih intensif. Dalam rangkaian ini, ia akan menunaikan salat sunnah di Masjid Dzulhulaifah atau Bir Ali, sebelum berangkat ke Makkah. Proses keberangkatan ini juga melibatkan beberapa pihak, seperti petugas kesehatan yang memastikan semua jemaah siap menjalani aktivitas sepanjang hari.

Harapan dan Sosok Inspiratif

Kisah Mbah Mardi menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama jemaah haji yang masih muda. Ia menjelaskan bahwa keberanian dan semangat untuk menunaikan ibadah haji tidak tergantung pada usia, tetapi pada keinginan hati dan kesiapan mental. “Saya ingin menunjukkan bahwa haji bisa dilakukan oleh siapa saja, selama ada niat yang tulus,” ujarnya. Keluarga dan teman-temannya menyambut keberhasilan ini dengan penuh kebanggaan, karena Mbah Mardi dikenal sebagai sosok yang sangat berdedikasi terhadap agama.

Sebagai jemaah haji tertua, Mbah Mardi memperlihatkan bahwa usia bukanlah batasan untuk mengejar impiannya. Ia menjalani perjalanan ini dengan antusias, menjaga kesehatan secara ketat, dan selalu berdoa agar bisa menyelesaikan rukun haji dengan sempurna. Kisah ini semakin menguatkan bahwa setiap orang, baik laki-laki maupun perempuan, bisa menunaikan haji selama masih memiliki keinginan dan kemampuan untuk melakukannya.

Leave a Comment